Beberapa tahun yang lalu sempat muncul perumahan dengan konsep islami. Pada umumnya, konsep yang diangkat adalah memberikan fasilitas lingkungan perumahan yang islami. Apasaja? seperti adanya masjid, TPA, lingkungan yang homogen, nama dan lain sebagainya. Namun, belakangan, konsep ini kembali pudar karena tidak jauh berbeda dengan perumahan-perumahan lain pada umumnya.

Belakangan, kembali mencuat perumahan dengan model pembiayaan syariah. Jika pembaca googling, ada beberapa developer yang sudah mengembangkan, bahkan banyak diantaranya yang sudah sold out. Pertanyaannya, bagaimana konsep syariah yang dimaksud oleh developer-developer yang mengatakan perumahan syariah tersebut ?

Ada satu hal yang menjadi poin penting dalam perumahan dengan konsep syariah, yaitu tidak menggunakan KPR bank konvensional / syariah dengan tujuan untuk menghindari RIBA dan AKAD GANDA. Lalu, apakah pembayaran dilakukan dengan cash keras/lunak? Di beberapa proyek yang ditemui, konsumen tetap dapat membeli rumah dengan cicilan atau diangsur, bahkan sampai dengan 10 atau 15 tahun. Konsumen mencicil langsung kepada developer dengan perhitungan tertentu.

Untuk dapat memenuhi skema ini, developer harus memiliki modal yang cukup kuat, dan rela untuk menunggu sekian tahun agar pembayaran rumah oleh konsumen selesai. Belum lagi, resiko yang mungkin timbul adalah gagal bayar atau permasalahan apabila terjadi force majeure, karena tidak adanya asuransi. Namun demikian, terdapat beberapa kelebihan dan kemudahan bagi konsumen. Karena tidak menggunakan bank, maka otomatis tidak perlu dilakukan BI Checking, atau analisa rumit yang membatasi jumlah kredit konsumen, tidak terpengaruh pada fluktuasi bunga bank, serta administrasi yang rumit dan ribet.

Jika anda cukup memiliki komitment untuk mencicil rumah sampai dengan 15 tahun tanpa menggunakan bank, mungkin anda cocok untuk memilih rumah dengan konsep syariah.

Regards